Rahasia Para Pelacur yang Lari dari Razia

Pelacur-pelacur melarikan diri
Razia sabtu malam mengejutkan mereka
"Tak ada yang bilang kalau akan ada razia,"
ujar seorang
"Tak ada yang bilang kalau kau menyembunyikan rahasia,"
ujar lawan bicaranya
sementara mereka berlari
reranting pohon manggut-manggut dihentak angin
"Sini-sini sembunyi dibalik tubuh kami,
selepas itu bukalah baju kalian dengan penuh kepasrahan"
ya, semuanya sama saja
perihal lelaki hidung belang atau yang bersifat kejantanan
semuanya menyukai takdir patriarkhi
tapi ini zaman emansipasi
bahkan mungkin sudah sejak dulu
emansipasi dimulai,
sejak adam dan hawa diciptakan

perempuan adalah setara, bukan anak buah laki-laki
laki-laki yang bekerja, perempuan merahimi
laki-laki yang bekerja, perempuan menyusui
laki-laki yang bekerja, perempuan membesarkan
dan di masa tua
mereka sepasang menikmati masa tua
dengan bahagia
racikan cinta dari anak-anak yang mereka besarkan
dan cucu-cucu yang mereka dapatkan

tapi nasib tak memihak pelacur-pelacur itu
mereka hanya barang tawanan
tuk puaskan kejantanan
mendesah, pasrah, dan pura-pura orgasme
adalah jiwa mereka
sementara di kedalaman jiwa
mereka memiliki rahasia
untuk berbahagia di masa tua
bukan setiap malam
melarikan diri dari razia


Komentar