Kepada Tetangga Berkerudung

hari ini adalah hari Kamis
kau tahu bahwa aku mengantuk
sebab lembur menekuni media sosial
dan menonton bola;
tim yang kudukung menang

lalu aku duduk diam di depan komputer
tanpa tahu harus berbuat apa
dan ketika melihat ke luar jendela
kau lewat

dengan kerudung panjang
kau susuri pagi dengan doa
melirik barangkali ada objek
yang dapat kaudoakan

kau adalah orang yang tak mengerti
namun berusaha memahami
meski itu sulit
dan membuatmu harus menghakimi

tapi tak ada yang mustahil di dunia ini
bila bergejolak hatimu
seumpama orang yang haus birahi
kau cepat-cepat menengadah
melantunkan doa yang hanya kau
dan Tuhan yang tahu

lalu di sini
malah aku yang mulai menghakimi
karena aku selalu membayangkan
bagaimana penilaianmu terhadap
aku yang munafik ini

pelan-pelan, dengan senyum yang pantas
gantian, darahku yang berdesir
dan aku ingin masuk ke dalam matamu
mengikuti arus doamu
yang benar sampai ke Tuhanmu

Komentar