Jantungku

: kepada maut

jantungku adalah makananmu
bila ia berhenti berdetak
kau sigap mengambil tempat

mungkin dalam doamu yang kelam
engkau berharap
aku diterpa kejutan yang luar biasa
lalu aku tersentak dan mati di trotoar
ketika aku berdiri
menantang matahari
menunggu angkot kuning
yang belum lenyap
ditelan arus zaman ini

atau kau ingin menenggelamkanku
dalam genangan cemas yang tak berawal
dan juga tak berujung
genangan cemas yang hanya melayang
tanpa tahu arti keberadaannya

dan mungkin engkau ingin mencuriku
dengan menusukkan sebilah pedang duka
yang juga pernah menghujam jantung Maria
oh, seandainya aku dapat mati seperti Puteranya

Komentar