Angin di Sini

angin di sini dingin. sejak malam ia bertandang,
memungut sepi dan sendiri untuk menimang doa
angin di sini bergerak dalam diam
hembusannya terdengar
namun, ia mengikuti alur keberadaannya
tanpa mengeluh tanpa menghakimi
angin di sini pelan-pelan mati
lalu hidup lagi
menyatakan mukjizat Tuhan
berlangsung sampai saat ini
angin di sini datang dan tak mau pergi
entah ia ingin menggoda kita untuk tidur kembali
ataukah mengemas rasa syukur kita atas pagi
angin di sini mengintip di celah bibir
barangkali lidah kita sudah membunuh sepagi ini
angin di sini samar-samar bermeditasi
berharap kita yang dihembusinya
juga larut dalam kontemplasi
angin di sini nan sejuk memanjakan hati
pelan-pelan kita sadar bahwa kita
sudah tua untuk mati


Komentar