Ada Cinta di Dadamu



Ada Cinta di Dadamu

I
Meremehkan rinduku
Akan mengotori nuranimu
Jika saja kau mau mengakui
Ada cinta di dadamu
Meski sedikit

II
Berlarut-larut kau berusaha membenci
Meski tak mampu
Mengapa tidak kau akui saja
Cinta di dadamu?

III
Mungkin aku terlalu berharap
Namun, begitulah aku hidup
Percaya dan berharap
Pada cinta di dadamu

IV
Bila kau masih berkeras
Biarkan cinta di dadamu
Tertiup angin Januari
Yang membawa hujan dan panas
Menjadi satu musim tak menentu

Yogya, 15/01/2016





Pada Nyatanya

Ah! Lagi-lagi hujan menyeruduk pagimu
Sudah dingin yang semestinya
Ditambah hujan yang mengundang kantuk
Kau benar-benar terhipnotis untuk mengadopsi serangkaian kata
untuk dijadikan puisi

Ya, lagi-lagi puisimu berkiblat pada pandangan jiwa
tentang serumpun berkat yang kaupinta, tak kunjung datang
Dan rahmat yang serupa masa kecil
enggan kembali

Di langit-langit harapan
Kakimu terantuk kekecewaan
Entah kau mengharapkan siapa
atau meminta apa,
tiada yang tahu

Yang mereka tahu hanyalah
penghakiman dari jiwa
atas keteledoranmu

Tapi tiada penyesalan sesungguhnya,
pada dasarnya

Sangatta, 19/01/2017





Hati yang Rindu

Pada hati yang mencari bahagia
Ada rindu yang kedap suara
Terpendam menggotong beribu pertanyaan
Tentang siapa, apa, mengapa, kapan,
dimana dan berapa serta bagaimana

Kaki-kaki yang kurus ini
terlampau kering untuk berjalan lagi
sembari penat merusakkan niat

Meski begitu hati bersabar seraya maju
semampu-mampunya

Dan apabila hati tenggelam lebih dalam
maka ia mengapung kembali ketika siap melepas rindu



Sangatta, 20/01/2016





Aku Mau Kau

Dalam rahim malam yang ramai
Tak tergubris sepi ini
Sebab sudah berapa rindu kukantongi
Saku ini tak menjadi dirinya lagi

Aku mau kau
Tapi itu ketidakmungkinan
Di tengah segala kemungkinan

Kita tak pernah bercerita
Ataupun berpapasan muka

Aku seperti tak mengenalmu
Namun, masih menyimpan rindu
yang sakit menjadi-menjadi

Kau tak mungkin berpaling
Dan aku telah menyerah,
Entah itu tentang pengungkapan rasa
Ataupun memendam cinta

Barangkali benci adalah yang kupilih
Meski aku mau kau
Meski selubung duka memagut hidupku,
Perihal rindu yang tak sampai
Dan mauku yang tak akan pernah jadi

Sangatta, 21/01/2016









Komentar